5 penyakit virus yang sering menyerang anak kucing / kitten

Feline rhinotracheitis

Penyakit rhinotracheitis atau flu pada kucing disebabkan oleh Feline Herpes Virus -1 (FHV – 1). Virus ini memiliki masa inkubasi 2-4 hari namun pada kucing dengan daya tahan tubuh yang kuat, masa inkubasi virus ini menjadi 10-14 hari. Penularan virus ini melalui kontak langsung dengan kucing yang sakit atau dengan alat, tempat makan dan pakan yang sudah terkontaminasi.

Gejala yang sering ditimbulkan adalah: batuk, demam hingga 41 derajat celcius, nafsu makan menghilang, bersin-bersin, mata merah, bengkak dan berair disertai kerak-kerak pada kelopak mata.pada kasus tertentu juga dijumpai radang kornea. Pada kucing hamil yang terinfeksi akan menyebabkan abortus, kalau tidak abortus maka anak-anak kucing yang lahir akan terkena radang paru-paru.

Gambar 1

Kucing yang terinfeksi feline rhinotracheitis virus sebaiknya dipisahkan dari kucing yang lain. Kucing ditempatkan ke ruangan yang nyaman dan sirkulasi yang baik. Makanan dan minuman tersedia, jika kucing tidak mau makan maka kucing tersebut harus diinfus dan disuapi. Dalam keadaan ini sebaiknya kucing segera di bawa ke dokter hewan agar mendapat perawatan yang maksimal.

Pencegahan penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi rutin yang dimulai pada umur 8-10 minggu, diulang pada umur 12-14 minggu dan diulang setiap tahun. Pembersihan lingkungan dengan desinfektan akan dapat membantu pemberantasan virus ini cuci kendang, tempat makan dan minum, serta alat alat bermain si kucing dengan desinfektan.

Tilley, Larry dkk. 2011. Blackwell’s Five Minute Veterinary Consult Canine & Feline. Willey Blackwell Publishing

Feline Calicivirus

Feline calicivirus adalah salah satu penyakit yang termasuk kedalam cat flu. Cat flu adalah penyakit dengan kumpulan gejala dengan organ respirasi bagian atas. Etiologi atau penyebab penyakit ini adalah dari family picornavirus biasanya virus ini menyeran saluran pernafasan atas seperti paru-paru selain itu juga menyerang lidah dan gusi (seperti sariawan). Masa inkubasi penyakit ini kurang dari 48 jam dan bila tidak terjadi infeksi sekunder berlangsung 5 – 7 hari.

Gejala dari penyakit ini adalah kucing mengalami gangguan penafasan, luka disekitar bibir, mulut, lidah dan gusi (seperti sariawan), kadang disertai nyeri pada persendian. Penyakit ini menyebabkan flu yang agak berat tetapi menyebabkan komplikai serius. Calicivirus memiliki beberapa strain, strain tertentu menyebabkab ulkus atau luka pada telapak kaki dan mulut. Sebagian besar gejala yang muncul adalah suara menjadi serak dan nafsu makan menurun.

Gambar 2

Gambar 3

Feline calicivirus dapat di cegah dengan cara vaksinas. Vaksin calicivirus dapat mencegah beberapa varian feline calicivirus . galur yang resisten selalu ada dan tidak dapat diatasi oleh vaksin yang digunakan. Hewan yang sudah divaksin masih mendapat menjadi karierdan dapat membahayakan hewan disekitarnya. Kucingmulai divaksin pada umur 6-12 minggu dengan vaksin inaktif untuk penyakit Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, Feline panleukopenia. Kemudian diulang 3-4 minggu kemudian sampai berumur 12 minggu atau lebih yang belum divaksin disuntik dua kali dengan selang 3-4 minggu.

Feline Panleukopenia

Feline Panleucopenia (FPL) merupakan penyakit menular pada kucing dengan nama lain Feline distemper, Infectious enteritis, Cat fever, Cat typhoid. FPL merupakan penyakit fatal pada kucing muda, yang hampir sama seperti parvo pada anjing. Penyakit ini disebabkan oleh virus famili Parvoviridae yang menyerang jaringan pembentuk darah dan limfe, dan juga mukosa organ gastro intestinal sehingga menyebabkan penurunan jumlah lekosit dan enteritis (Csiza et al., 1971).

Feline panleukopenia dapat menyerang segala umur kucing terutama pada kucing yang tidak divaksinasi. Penyakitini sangat cepat menyerang ana kucing (kitten) dan dapat menyebabkan kematian. Kematian pada anak kucing dapat mencapai 75%.

Gejala Panleukopenia mirip dengan parvovirus pada anjing antara lain demam, muntah, diare dan kejang. Pada kucing muda, panleukopenia dapat berakibat fatal.  Kucing muda lebih rentan karena pada kucing tua tidak menimbulkan atau menunjukkan gejala klinis, namun pada kucing muda (3-5 bulan) dapat berakibat fatal. Masa inkubasi dari panleukopenia (masa paparan virus sampai menunjukkan gejala klinis) adalah 4-5 hari. Timbulnya gejala panleukopenia sangat tiba-tiba dan kucing akan mulai demam, depresi dan tidak mau makan. Tiga sampai empat hari kemudian mereka akan mulai muntah dan dapat menjadi sangat dehidrasi (Turgor kulit>3 detik). Diare berdarah juga mungkin terjadi pada hewan. Seekor kucing yang dehidrasi menyebabkan kucing hipotermi dan menjadi lemah bahkan koma. Kucing yang bertahan dengan gejala lebih dari 5 hari biasanya akan bertahan hidup, tapi pemulihannya membutuhkan beberapa waktu sampai kembali seperti semula. Sedangkan pada kucing bunting, dapat menimbulkan keguguran, namun bagi kucing yang bertahan (kandungannya) akan mengalami kecacatan seperti inkoordinasi, tremor terutama pada bagian kepala.

Pencegahan yang paling umum dilakukan adalah vaksinasi kucing secara berkala, karena pada proses vaksinasi hewan dipersiapkan sistem imunnya jika pada suatu saat akan mendapat paparan dari virus jenis ini. Dan pengendaliannya adalah dengan menjaga kondisi atau lingkungan hewan agar tetap bersih dan terjaga, seperti yang dijelaskan sebelumnya, membersihkan rumah, dan peralatan kucing dengan pemutih dapat membantu serta menjaga daya tahan tubuh kucing agar tetap prima merupakan pengendalian yang lumayan ampuh.

Feline Infectious Peritonitis

feline infectious peritonitis adalah suatu penyakit menular yang di sebabkan oleh feline coronavirus, yang termasuk kedalam  golongan virus RNA.ada dua type dari FCoV yaitu feline enteric coronavirus dan filine infectious peritonitis virus. pada dasanya kedua tipe tersebut secara genetik tidak ada perbedaan, namun menimbulkan akibat yang berbeda pada kucing yang terinfeksi.

FIP biasanya menyerang kucing umur 3 bulan hingga 2-3 tahun. beberaqpa breed yang beresiko terhadap penyakit ini antara lain abyssinian, bengal, birman, himalayan, ragdoll rex. faktor lainnya yang dapat memicu antara lan stres, genetik,maupun adanya infeksi virus lainnya seperti felin leukimia virus, dan felineimmunodeficiency

gejala yang umumnya muncul pada kasus ini adalah lemas, nafsu makan turun, berat badan yang menurun drastis, demam yang naik turun, pertumbuhan yang tidak normal pada kitten, dan ikterus. FIP menunjukkan bentuk klinis effusive (basah) dan non-effusive (kering). tidak jarang juga ada menunjukkan gabungan dari bentuk (basah) dan ( kering) ini.

Perut buncit yang berisi cairan pada penyakit Feline infectious peritonitis tipe basah

FIP dengan bentuk non-effusive akan menunjukkan gejala klinis sesuai dengan organ yang terinfeksi seperti:

-mata : perubahan betuk pupil, perubahan warna iris

-central nervous system (CNS) : kejang, nistagmus, depresi, perubahan prilaku, lumpuh, kepala miring, gannguan fungsional saraf

-gastrointestinal : diare, muntah, susah buang air besar, focal granuloma pada ileum

pengobatan tidak ada pengobatan yang cukup efektifuntuk menangani kasus FIP. umumnya pengobatan yang diberikan sesuai dengan gejala klinis yang muncul, namun sifatnya hanya meringankan, tapi tidak menyembuhkan, bahkan suatu saat bisa menurun lagi dan tidak berespon pada pengobatan tersebut. salah satu pencegahan yang bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi dan meng isolasi apabila terdapat salah satu kucing peliharaan yang terinfeksi.

Rabies

Gambar 4

Penyakit rabies merupakan salah satu jenis penyakit zoonosis yang menyerang susunan saraf pusat. penyebab penyakit ini adalah virus yang tergolong dalam lyssa virus dan famili Rhabdoviridae. Penyebab penyakit Encephallis Rabies adalah virus yang tergolong dalam Lyssa virus dan famili Rhabdoviridae. Morfologi partikel virus berbentuk seperti peluru dengan diameter 75 µm dan panjangnya antara 100-300 µm, Variasi ukuran ini bisa dibedakan diantara strain virus rabies. Struktur virus tersusun dan envelop yang terdiri dan matrix/membran dan glycoprotein.

Masa inkubasi pada anjing dan kucing rata rata sekitar 2 minggu tetapi dilaporkan dapat terjadi antara 10 dan 8 minggu tergantung pada jumlah virus yang masuk melalui luka, dalam atau tidaknya luka, luka tunggal atau banyak, dekat atau tidaknya luka dengan susunan syaraf pusat perlakuan luka pasca gigitan.Virus ditularkan terutama melalui luka gigitan, oleh karena ¡tu bangsa karnivora adalah hewan utama penyebar rabies antar hewan atau ke manusia.

Gejala yang terlihat pada umumnya adalah berupa manifestasi peradangan otak (ensefalitis) yang akut.. Masa inkubasi pada kucing berkisar antara 10 han sampai 8 minggu.

Gejala penyakit pada anjing dan kucing hampir sama. Gejala penyakit

dikenal dalam 3 bentuk:

  1. Bentuk ganas (furious rabies ), masa eksitasi panjang. kebanyakan akan mati dalam 2-5 han setelah tanda-tanda gua terlihat.
  2. Bentuk diam atau dungu (dumb rabies), paralisis cepat terjadi, masa eksitasi pendek
  3. Bentuk asimptomatis : hewan tiba-tiba mati tanpa menunjukan gejala gejala sakit.

Tanda-tanda yang sering terlihat sebagai berikut:

  1. Pada fase prodormal hewan mencari tempat yang dingin dan menyendiri, tetapi dapat menjadi lebih agresifdan nervous. Reflex komea berkurang/ hilang, pupil meluas dan kornea kering, tonus urat daging bertambah (sikap siaga/kaku).
  2. Pada fase eksitasi hewan akan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan benda asing. Dengan berlanjut nya penyakit, mata menjadi keruh dan selalu terbuka diikuti inkoordinasi dan konvulsi.
  3. Pada fase paralisis maka kornea mata kering dan mata terbuka dan kotor, semua reflex hilang, konvulsi dan mati.

Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin rabies pada hewan peliharaan. Belum ada metode yang secara pasti dapat mengatasi rabies yang telah menimbulkan gejala. Namun, penanganan rabies sudah dilakukan sejak pasien tergigit hewan penular yang diduga membawa virus rabies dan belum ada gejala yang muncul.

Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemberian imunogulobin (serum) atau vaksin anti rabies. Pemberian serum atau vaksin bertujuan untuk membantu tubuh dalam melawan virus penyebab infeksi pada otak dan sistem saraf.

http://wiki.isikhnas.com/images/9/9a/Penyakit_Rabies.pdf

https://www.alodokter.com/rabies

12 thoughts on “5 penyakit virus yang sering menyerang anak kucing / kitten

  1. Anak kucing saya bernafasnya ter enggah2 dan selalu mengadahkan kepalanya keatas untuk bernafas .. itu knapa ya dan apa obatnya d..??

    1. silahkan segera ke dokter hewan terdekat kak, apabila ada gangguan kesehatan pada hewannya

  2. Aku punya kitten,telinga dingin,perut buncit tapi badannya kurus,dia sering kejang,kira” sakit apa,trus cara ngobatinnya gimana,kecuali ke dokter

    1. Silahkan dibawa ke dokter hewan kak supaya dapat dilakukan tindakan setelah pemeriksaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *